Home / Berita Umum / Undang Undang Poligami Di Aceh

Undang Undang Poligami Di Aceh

Undang Undang Poligami Di Aceh – Perancangan Qanun (Raqan) Hukum Keluarga yang mengendalikan perihal poligami masih dikupas Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Dalam qanun dikatakan, ada syarat-syarat yang penting dipenuhi bila suami ingin menikah lebih dari satu. Apakah itu?

Dalam draft Raqan Hukum Keluarga , poligami dirapikan dalam BAB VIII perihal beristri lebih dari seorang. Ada lima klausal yang mengkaji sehubungan permasalahan ini dimulai dengan syarat-syarat sampai bab izin.

Klausal 46 dalam Raqan memaparkan persyaratan seseorang suami yang dibiarkan berpoligami. Salah satunya punya potensi lewat cara lahir serta batin. Qanun yang dibikin buat perlindungan wanita dari nikah siri ini pula mengendalikan hak yang sama antar tiap istri serta beberapa anak.

Bunyi klausal 46 adalah:

(1) Seseorang suami dalam kurun waktu yang berbarengan bisa beristri lebih dari 1 (satu) orang serta dilarang lebih dari 4 (empat) orang.
(2) Prasyarat pokok beristri lebih dari 1 (satu) orang mesti punya potensi, baik lahir ataupun batin serta dapat berlaku adil pada istri-istri serta anak-anaknya.
(3) Potensi lahir sama seperti disebut pada ayat (2) adalah potensi dalam penuhi kepentingan sandang, pangan serta hunian untuk kehidupan istri-istri serta anak-anaknya.
(4) Potensi itu mesti dibuktikan dengan beberapa pendapatan yang diraih tiap bulan hasil dari pekerjaan baik jadi Perangkat Sipil Negara, entrepreneur/wiraswasta, pedagang, petani ataupun nelayan atau pekerjaan yang lain yang resmi.
(5) Potensi batin sama seperti disebut pada ayat (2) adalah potensi untuk penuhi kepentingan, biologis, kasih sayang serta spiritual pada lebih dari seseorang istri.
(6) dalam soal prasyarat pokok sama seperti disebut pada ayat (2) mustahil dipenuhi, seseorang suami dilarang beristri lebih dari 1 (satu) orang.

Terkecuali itu, dalam qanun pun dikatakan syarat-syarat suami bisa berpoligami. Dalam klausal 47 diterangkan suami yang ingin menikah untuk ke-2 sampai ke empat kalinya mesti mendapatkan izin dari Mahkamah Syar’iyah. Pernikahan tidak dengan izin Mahkamah Syar’iyah dirasa tidak punya kemampuan hukum.

Untuk permasalahan izin Mahkamah Syar’iyah dirapikan dalam klausal 48. Ada tiga prasyarat yang dikatakan dalam klausal, tetapi diantaranya mesti dipenuhi suami.

Isi komplet klausal 48 adalah:

(1) Mahkamah Syar’iyah cuma memberikan izin terhadap suami yang dapat beristri lebih dari 1(satu) bila:
a. Istri tidak bisa jalankan keharusan sama seperti dirapikan dalam Qanun ini; atau
b. Istri mendapatkan cacat tubuh atau penyakit yang tidak bisa sembuh, yang dibuktikan dengan info dari dokter pakar.; atau
c. Istri tidak bisa melahirkan keturunan, yang dibuktikan dengan info dari dokter pakar.
(2) Syarat-syarat sama seperti disebut pada ayat (1) ialah syarat-syarat pilihan, berarti satu diantara prasyarat tercukupi seseorang suami telah bisa ajukan permintaan beristri lebih dari 1 (satu) orang walau istri atau istri-istri awal kalinya tidak menyepakati, Mahkamah Syar’iyah bisa memberikannya izin terhadap suami untuk beristri lebih dari seorang.

Tidak hanya prasyarat pokok itu, ada beberapa syarat-syarat lain yang penting dipenuhi biar mendapatkan izin dari Mahkamah Syar’iyah.

Syarat-syarat itu dirapikan dalam Klausal 49 yang didalamnya:

(1) Tidak hanya prasyarat pokok sama seperti disebut dalam Klausal 48 ayat (2), untuk mendapatkan izin Mahkamah Syar’iyah mesti juga dipenuhi persyaratan:
a. terdapatnya perjanjian istri atau istri-istri; serta
b. terdapatnya keputusan jika suami dapat menanggung kebutuhan hidup istri-istri serta beberapa anak mereka.
(2) Perjanjian istri atau istri-istri sama seperti disebut pada ayat (1) huruf a bisa diberi lewat cara terdaftar atau lewat cara lisan.
(3) Perjanjian lisan sama seperti disebut pada ayat (2) bisa diberi oleh istri didepan sidang Mahkamah Syar’iyah.
(4) Perjanjian sama seperti pada ayat (1) huruf a tidak dibutuhkan untuk seseorang suami, bila istri atau istri-istrinya mustahil disuruh persetujuannya serta tidak bisa jadi faksi dalam persetujuan atau jika tidak ada khabar dari istri atau istri-istrinya paling kurang 2 (dua) tahun atau dikarenakan lain yang butuh mendapatkan alasan hakim.

Sesaat klausal paling akhir bab poligami adalah klausal 50 menuturkan, “tata trik ajukan permintaan beristri lebih dari seseorang sama dengan ketentuan perundang-undangan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Musannif, mengemukakan, poligami pada prinsipnya dibolehkan sesuai sama hukum dalam agama Islam serta udah dirapikan dalam Alquran. Tetapi, sampai kini banyak orang-orang menikah dengan wanita lewat cara siri atau mungkin tidak tertera oleh negara sampai pertanggungjawaban pada istri serta anak dari nikah siri itu menjadi tidak jelas.

“Sampai kini kan lantaran dibolehkan oleh hukum Islam, ramai berlangsung kawin siri yang kita ketahui. Jadi dengan ramai berlangsungnya kawin siri ini pertanggungjawaban terhadap Tuhan ataupun anak yang dilahirkan ini kan lemah,” kata Musannif, Sabtu (6/7).

About penulis77