Home / Wanita / Tabir Surya Bagi Wanita Indonesia Mengandung Edelweis

Tabir Surya Bagi Wanita Indonesia Mengandung Edelweis

Tabir Surya Bagi Wanita Indonesia Mengandung Edelweis – Walau menyehatkan, tetapi gambaran cahaya matahari dalam intensitas tinggi juga membahayakan. Kulit yang terserang cahaya matahari terik dapat alami kemerahan, peradangan, serta yang paling jelek yaitu menyebabkan timbulnya kanker kulit.

Karena itu, mereka yang melakukan aktivitas dibawah cahaya matahari dianjurkan kenakan tabir surya atau sunscreen. Ada beragam tabir surya yang di pasarkan sekarang ini, dengan beragam bahan yang dimaksud paling berguna untuk kulit.

Tetapi demikian, bebrapa riset paling baru relatif memakai ekstrak tanaman yang memanglah teruji dapat tumbuh serta bertahan di iklim yang keras dengan gambaran cahaya matahari tinggi.

Beberapa waktu terakhir umpamanya, peneliti dari Kampus Santiago, Chile, temukan molekul dari dua type bunga yang tumbuh di Antartika yang membuat perlindungan tanaman itu dari radiasi matahari serta punya potensi dipakai dalam product tabir surya membuat perlindungan kulit manusia.

Ke-2 tanaman type rumput itu Colobanthus quitensis (pearlwort) serta Deschampsia antarctica (hair grass) dapat menahan radiasi ultraviolet tinggi. Tetapi ke-2 tanaman itu tetap dalam riset untuk dipakai.

Tanaman beda yang dapat menahan radiasi ultraviolet yaitu edelweiss dari Pegunungan Alpen (Leontopodium alpinum). Nah, ekstrak edelweiss ini terlebih telah dipakai dalam product tabir surya yang di produksi di Indonesia, yaitu Bali Breeze.

“Bali Breeze ini memakai ekstrak Alpine edelweiss yang dibudidayakan. Tanaman ini dapat dibuktikan dapat bertahan di suhu ekstrim dalam gambaran cahaya matahari, ” tutur dr. Fredi Setyawan, pembuat formulasi dari product ini, waktu peluncuran Bali Breeze di Bali, Kamis (27/7/2017).

Ekstrak bunga Alpine Edelweiss memiliki kandungan beberapa besar anti-oksidan serta repair DNA. Konsentrasi tinggi flavonoid serta asam fenolat di dalamnya dapat mencegah dan membuat perlindungan kulit dari cahaya UV. Ia juga berperan jadi anti-mikroba yang membunuh bakteri serta jamur pada kulit.

Sifat-sifat penahan cahaya ultraviolet tersebut yang buat ekstrak bunga pegunungan ini pas jadikan satu diantara bahan pembuat tabir surya.

Ultraviolet matahari

Menurut dr Fredi yang pendiri Natasha Group ini, cahaya matahari pancarkan radiasi ultraviolet (UV) A serta ultraviolet B. UV B cuma hingga permukaan kulit serta dapat mengakibatkan kemerahan serta gosong pada kulit, namun UV A dapat mengakibatkan rusaknya pada DNA serta dampaknya juga akan buat kulit kasar, keriput, serta dampak periode panjangnya kulit berisiko terserang kanker, jadi lebih beresiko.

UV B ditahan oleh SPF atau Sun Protection Factor, sedang UV A ditahan memakai PA. SPF sendiri yaitu ukuran perlindungan tabir surya pada UV B, sedang PA yaitu ukuran perlindungan pada UV A. Makin besar angkanya, semakin besar juga perlindungan yang didapatkan.

Bali Breeze sendiri ada dalam dua varian, yaitu type untuk pemakaian harian serta type sport untuk pemakaian diluar ruang dalam periode waktu lebih lama.

“Kami buat sunscreen yang membuat perlindungan kulit pada gambaran UV A serta UV B. Angka SPF yang tercantum yaitu 50+ karna memanglah ketentuan tidak bisa mengatakan angka yang lebih tinggi untuk SPF diatas 50. Walau sebenarnya dalam pengujian invivo (pengujian pada kulit manusia) dijumpai angka SPF 65 untuk type yang harian, serta 125, 2 untuk Bali Breeze sport, ” kata dr Fredi.

Diluar itu, PA yang dipunyai Bali Breeze dimaksud yang teratas diantara semuanya tabir surya yang mengedar di Indonesia, yaitu PA++++. Umumnya sunscreen yang mengedar mempunyai angka PA ++ atau +++.

“Biasanya orang pilih sunscreen berdasarkan SPF-nya saja. Walau sebenarnya PA juga aspek perlu karna melindungi dari UV A. Karna tingkat bahaya radiasi UV A tinggi, jadi kami memberi perlindungan PA yang tinggi juga pada ke-2 product Bali Breeze, ” tutur dr Fredi.

Nyaman dipakai

Menurut dr Fredi, Bali Breeze diformulasikan membuat perlindungan kulit dari cahaya matahari di negara tropis. Karenanya, ia didesain supaya berikan faedah besar, tetapi juga nyaman digunakan.

“Ini sisi yang perlu, yaitu mencari keseimbangan pada faedah dengan kenyamanan penggunaan. Kami tidak mau buat product yang cuma nyaman digunakan namun tidak berikan faedah besar. Karna latar belakang saya dokter, saya memprioritaskan faedah dahulu, baru mencari keseimbangan dalam kenyamanan penggunaan, ” katanya.

Nah untunglah product ini nyaman digunakan. Waktu cobanya sepanjang hari dibawah cahaya matahari, Kompas. com rasakan product yang tidaklah terlalu lengket serta tidak meninggalkan susunan warna putih di kulit. Diluar itu, waktu digunakan berenang di laut juga, perlindungannya tidak hilang.

Menurut Ryu Deka, marketing manager Bali Breeze, product ini tahan air sampai 3 jam untuk yang type harian (paket warna kuning jingga) serta 8 jam untuk type sport (paket warna biru).

“Selain water resistant serta kandungan ekstrak edelweiss, product ini diperlengkapi repair complex untuk menghindar rusaknya kulit, bebas dari paraben, halal, dan tidak memakai hewan dalam pengujiannya, ” kata Ryu Deka.

About admin