Home / Berita Umum / Seorang Perwira Polisi Tipu 11 Orang Terkait Perekrutan Anggota Polri

Seorang Perwira Polisi Tipu 11 Orang Terkait Perekrutan Anggota Polri

Seorang Perwira Polisi Tipu 11 Orang Terkait Perekrutan Anggota Polri – Sebelas masyarakat Madiun serta Ponorogo jadi korban penipuan penerimaan anggota Polri. Aktor berinisial SS dikira seseorang perwira polisi yg waktu ini dinas di Polda Jawa timur.

Tiga dari 11 korban memberikan laporan tuntutan perdata ke kantor Pengadilan Negeri Kota Madiun. Langkah itu diambil sebab aktor adalah perwira berpangkat AKP itu tertulis jadi masyarakat serta bertempat di Kota Madiun.

“Buat korban kami ada 11 masyarakat Ponorogo serta Madiun. Namun yg lakukan tuntutan perdata ini cuma tiga korban mengingat aktor belumlah lunas kembalikan,” kata satu diantaranya korban masyarakat Ponorogo, Mulyono (60) terhadap wartawan kala di di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun, Jumat (15/3/2019).

Sebelas korban itu semasing udah menyetor uang muka sebesar Rp 250 juta. Dari keseluruhan Rp 450 juta harga persetujuan buat masuk jadi anggota Bintara Polri.

Aktor lantas kembalikan uang DP itu pada 11 korbannya. Tapi 3 korban yg melapor belumlah terima penuh Rp 250 juta. Semasing baru memperoleh Rp 150 juta.

“Masa itu harga yg di tawarkan Rp 450 juta dengan catatan bayar DP Rp 250 juta serta bekasnya selesai lulus. Satu orang paket jadi dapat Polri,” paparnya.

Mulyono memberikan, tiga korban yg lakukan tuntutan perdata ialah Tri Zmunarto, Hendri Widiawati serta Sulastri. Semua masyarakat Ponorogo. Mulyanto tdk menerka dirinya sendiri sebagai Purnawirawan Polri berpangkat AKBP turut jadi korban dari aktor.

“Saya paling akhir menjabat Analis keputusan sisi OPS Kapolres Ponorogo. Tahun 2016 pensiun serta memperoleh pangkat AKBP. Kala peristiwa penipuan itu berlangsung kala aktor masih tetap berdinas jadi Kapolsek Sampung,” pungkasnya.

Waktu ini aktor sebagai seseorang perwira berinisial SS itu berpangkat AKP serta bekerja di Service Markas Polda Jawa timur sejak mulai 2018. Usaha perantaraan pada aktor dengan ke-3 korban oleh Pengadilan Negeri Kota Madiun belumlah membawa hasil serta akan terjadi saat 30 hari.

“Sebab ini masih tetap perantaraan, tuntutan belumlah dibacakan di pengadilan biarpun sudah menyerahkan tuntutan. Namun buat pembacaan surat tuntutan itu kelak selesai perantaraan gagal. Dalam masalah ini buat mediatornya ialah Hakim dari Pengadilan Negeri Kota Madiun,” tutur Humas Pengadilan Negeri Kota Madiun Catur Bayu Sulistiyo terhadap wartawan di kantor.

About admin