Home / Berita Umum / Pertanyaan-pertanyaan Keluarga Korban 7373 MAX Untuk Boeing

Pertanyaan-pertanyaan Keluarga Korban 7373 MAX Untuk Boeing

Pertanyaan-pertanyaan Keluarga Korban 7373 MAX Untuk Boeing – “Saya kehilangan istri saya Carole, tiga anak saya Ryan, Kelly serta Ruby dan ibu mertua saya. Saya rasakan kesepian. Saya lihat beberapa orang bermain dengan beberapa anak mereka, serta saya gak dapat. Saya gak dapat lihat muka serta dengar nada mereka.”

Paul Njoroge kehilangan semuanya keluarganya saat Penerbangan 302 Ethiopian Airlines jatuh di Addis Ababa 10 Maret lalu dengan korban jiwa 157 orang.

Paul saat ini beralih dari satu rumah temannya ke rumah kawan lainnya. Dia gak dapat lihat sepatu anak-anaknya.

“Saya masih dapat lihat kaki mereka di. Saya gak dapat sempat kembali lagi rumah.”

Boeing informasikan serangkaian perbaikan pesawat 737 Max
Boeing klaim sudah selesaikan pemutakhiran feature lunak pesawat 737 Max
Boeing melarang terbang semuanya armada pesawat 737 Max
Penerbangan ET302 itu yakni pesawat Boeing 737 Max ke-2 yang jatuh dalam empat bulan.

Awal kalinya Boeing 737 Max punya Lion Air terjatuh di Karawang bulan Oktober 201 diadukan diakibatkan oleh permasalahan mirip: mode kendali pesawat.

Jadi keluarga korban seperti Paul menanyakan: Mengapa pesawat ini masih diperbolehkan terbang selepas ada kecelakaan awal kalinya?

Linimasa: Kecelakaan Boeing

29 Oktober 2018: 737 Max 8 yang dioperasikan Lion Air di Indonesia jatuh tewaskan 189 penumpangnya.
31 Januari 2019: Boeing memberitahukan pemesanan 5.011 pesawat 737 Max dari 79 konsumen.
10 Maret 2019: 737 Max 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh tewaskan 157 orang penumpangnya.
14 Maret 2019: Boeing melarang terbang semuanya armada 737 Max.
3 Juli 2019: Boeing menyebutkan dapat memberikan kompensasi US$100 juta (lebih kurang Rp1,4 trilyun) pada keluarga korban serta faksi terimbas di Indonesia serta Ethiopia.
Benar-benar geram
Chris serta Claryss Moore yang tinggal ditepi kota Toronto kehilangan putri mereka Danielle dalam penerbangan ET302.

Danielle baru-baru ini mengunjungi pertemuan PBB terkait lingkungan di Kenya.

“Mereka katakan ini satu diantara pesawat paling aman. Nyata-nyatanya tidak. Pesawat ini ambil nyawa orang yang kami kasihi, serta gak perduli apa pun kata mereka, hidup kami gak sempat sama.”

“Saat ini kami mesti berusaha tiap-tiap hari terima kematian anak kami, serta ini benar-benar berat. Ini buat saya benar-benar geram.”

Sama-sama mempersalahkan
Saat ini sama-sama mempersalahkan lantas berlangsung. Anggota Kongres Amerika Sam Graves bersama dengan beberapa suara lain di Amerika mempersalahkan “pilot asing” buat kecelakaan itu. Mereka katakan pilot Amerika tentunya bisa menguasai pesawat itu.

Tetapi laporan dari dua moment terpisah mengaitkan mode kendali pesawat yang punyai masalah.

Boeing 737 Max: Amerika Serikat menampik aplikasikan larangan terbang
Pesawat 737 Max jatuh: Boeing kasih Rp1,4 triliun, keluarga korban nantikan ‘keseriusan Boeing’
Jatuhnya Lion Air JT-601: B737 Max 8 itu yakni produksi paling baru Boeing
“Keluarga saya wafat lantaran kesembronoan Boeing. Kesombongan, disfungsi manajemen serta tidaklah ada pengawasan internal, pun kekeliruan FAA (Federal Aviation Administration),” kata Paul Njorogre.

“Mereka punyai peluang hentikan pesawat ini namun mereka gak kerjakan. Justru fokus pada kekeliruan ‘pilot asing’. Jika mereka benar-benar perduli pada hidup manusia serta keamanan, mereka dapat melarang terbang pesawat ini bulan November tahun kemarin serta mengakhiri kasusnya.”

‘Mimpi seram’
Nadia Milleron serta suaminya Michael Stumo tinggal di Massachusetts barat yang tenang di Amerika Serikat.

Putri mereka Samya Rose Stumo berusia 24 tahun saat berubah menjadi korban jatuhnya pesawat ET302.

“Ini seperti mimpi seram,” kata Nadya. Nadya dengarkan laporan pesawat jatuh itu dari tayangan BBC World Service. Ia mengerti putrinya ada di pesawat itu. Satu jam awal kalinya Samya menyampaikan pesan itu padanya.

“Saya mulai gemetar, serta gak dapat menghentikannya,” kata Nadya.

Penyidikan
Dalam 1 bulan, Nadia serta Michael membuat perubahan rasa kehilangan serta perasaan sedih berubah menjadi daya yang berlainan.

Mereka berkeinginan cari tahu mengapa Boeing gak melarang terbang 737 Max selepas jatuh pertama. Pun mengapa FAA menampik memberikan larangan terbang pada pesawat itu.

Sampai saat ini mereka sudah berjumpa 25 orang anggota Kongres di Washington, serta banyak petinggi penerbangan di Amerika Serikat.

Mereka gak bisa bersaksi dalam dengar arahan pengumpulan bukti-bukti, akan tetapi mereka menegaskan keluarga korban disertakan di pengumpulan bukti-bukti itu.

Ada nada gawat kalau pembangunan serta peluncuran Boieng 737 Max diburu-buru, karena Boeing ketinggalan dari Airbus.

“Jelas kalau putri saya wafat lantaran Boeing cari untung, serta saya gak pengin orang mati lantaran argumen itu,” kata Nadia. “Saya pingin biar pesawat aman serta Boeing buat berinvestasi di feature serta infrastruktur biar industri penerbangan aman.”

BBC memohon Boeing buat interview serta memberikan komentar pada tuduhan-tuduhan ini. Mereka menampik.

Dalam pengakuan, Direktur Boeing Dennis Muilenburg menyebutkan: “Kami benar-benar prihatin atas kehilangan yang ironis dalam kecelakaan ini serta mengemukakan simpati sedalam-dalamnya pada bagian keluarga serta beberapa orang terkasih dari banyak korban. Semua tragedi kehilangan dalam pesawat kami gak dapat diterima, serta ini akan teruslah memberatkan hati kami dalam beberapa tahun kedepan. Keamanan terbang terus yakni prioritas paling tinggi kami serta kami menitik beratkan diri buat mendapat kembali keyakinan dan kepercayaan pada kami di bulan-bulan kedepan.”

Pekan awal ini Boeing memberitakan penawaran kompensasi lebih kurang Rp1,4 trilyun pada “keluarga serta populasi sebagai korban kecelakaan ironis Lion Air JT610 serta Ethiopian Airlines ET302.”

Keluarga yang kami jumpai gak pingin uang itu, mereka pingin jawaban.

Chris Moore yakin pentingnya pengumpulan bukti-bukti kriminil pada soal ini. Dan Paul Njoroge sama pendapat. Dia yakin kecelakaan ET302 dapat dijauhi, “Bila mereka mengerti kalau mereka terdapat resiko dipenjara lantaran ketetapan mereka ini, pasti Boeing 737 Max telah mereka larang terbang bulan November lalu,” tuturnya.”

Keluarga korban saat ini cari jawaban. Sejumlah masih berduka dalam keheningan, sejumlah mulai bicara.

Ini mestinya membuat Boeing tidak nyaman.

About penulis77