Home / Berita Umum / Pemkot Surabaya Punya Cara Tersendiri Untuk Tanggulangi Sampah

Pemkot Surabaya Punya Cara Tersendiri Untuk Tanggulangi Sampah

Pemkot Surabaya Punya Cara Tersendiri Untuk Tanggulangi Sampah – Pemkot Surabaya gunakan tehnologi spesial buat memproduksi sampah di lingkungannya, yakni tehnologi larva. Dengan tehnologi ini didambakan jumlahnya sampah di Surabaya juga menyusut.

Pemanfaatan tehnologi larva buat kurangi sampah adalah pilot proyek dari Kementerian PUPR dengan Pemerintah Swiss yang sudah di mulai semenjak bulan Oktober 2017 lalu.

” Sebelumnya kami dikasih bibit 40 ribu larva yang kami ciptakan hingga sekarang ini, ” kata Koordinator Pusat Siklus Kembali (PDU) Jambangan Dwija Warsito di tempat, Kamis (16/8/2018).

Dwi menuturkan, larva-larva itu dikasih makan dari sampah rumah tangga berbentuk makanan bekas.

” Larva kita letakkan dalam sebuah wadah berisi 10 ribu (larva, red) lalu kita kasih makanan sisa yang udah kita pilah sejumlah 12 kg yang bakal habis sepanjang 12 hari, ” tuturnya.

Akhirnya, larva bakal keluarkan kotoran yang dapat dimanfaatkan jadi pupuk kompos.

” Larva kami ternak jadi lalat yang dikawinkan. Lalat jantan sehabis kawin bakal mati, lalu betina bertelur. Menjadi perkembangbiakan mereka berputar-putar seperti kupu-kupu. Sebelumnya susah sebab mesti waspada jangan sempat lalat liar masuk, ” papar Dwija.

Tapi buat sekarang ini, tehnologi larva baru diujicobakan di dua RT yang ada pada Kecamatan Jambangan. Ke dua RT itu membuahkan 2, 5 ton sampah bekas makanan perbulan.

Hasil dari percobaan di dua RT serta di Pusat Siklus Kembali, residu atau kotoran larva yang dibuat jadi kompos sejumlah 200 kg. Kecuali buat kompos, residu ini bisa difungsikan jadi pakan ikan.

” Tidak cuma buat kompos, sejumlah kilo juga dimanfaatkan buat pakan ternak ikan lele yang kita budidaya di tempat ini, ” tutur Dwi.

Kasi Pemakaian Sampah DKRTH Surabaya Choirunnisa mengemukakan, tehnologi ini bisa di buktikan sanggup mengurai kotoran rumah tangga bertambah cepat.

” Dari sisi larvanya sendiri punyai nilai ekonomis tinggi, ” ujarnya.

Choirunnisa mengimbuhkan tehnologi ini sudah disosialisasikan ke semua faskel (fasilitator kelurahan) se-Surabaya karena sasaran ke depan langkah ini bakal diaplikasikan di semua PDU yang ada pada Kota Surabaya.

” Kami mengharapkan warga ikut serta mandiri mengatur sampah mereka sendiri dengan gunakan tehnologi larva. Automatis sampah yang kita kelola dapat menyusut, ” katanya.

About admin