Home / Berita Umum / Kejari Pekanbaru Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Korupsi Proyek Drainase

Kejari Pekanbaru Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Korupsi Proyek Drainase

Kejari Pekanbaru Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Korupsi Proyek Drainase – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengambil keputusan 5 terduga dalam masalah pendapat korupsi project drainase yang menelan dana Rp 11,45 miliar. Setelah itu beberapa terduga akan dikerjakan kontrol.

“Hasil penyelidikan dalam project drainase itu kita sudah mengambil keputusan 5 orang menjadi terduga. Tingkatan setelah itu, kita akan lakukan kontrol beberapa terduga untuk tindak lanjut dalam masalah pendapat korupsi ini,” kata Kepala Kejari Pekanbaru, Suripto Irianto didampingi Kasi Pidsus, Sri Odit Megonondo, Kasi Intel, Fuad Ahmad, Rabu (10/10/2018).

Suripto menuturkan, pendapat korupsi berlangsung project drainase pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruangan serta Sumber Daya Air Pemprov Riau. Mereka ialah, inisial SJ sebagai Direktur Penting PT Sabar Jaya Karyatama relasi yang kerjakan project.

Setelah itu ada PNS Dinas Cipta Karya inisial ICS Petinggi Pembuat Prinsip (PPK) serta RAP sebagai Petinggi Pelaksana Tehnis Pekerjaan (PPTK).

“Dua lagi terduga lagi inisial IS sebagai konsultan pengawas CV Siak Pratama Enginering Consultan, serta WS sebagai Ketua Pokja,” kata Suripto.

Suripto memaparkan, mudus operandi beberapa pekerjaan yang tidak cocok dengan kontrak yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,52 miliar. Ini adalah laporan dari BPKP Propinsi Riau dalam project aturan tahun 2016.

“Project pembangunan drainase itu ada di Jl Soekarno-Hatta di Pekanbaru. Ada dua tempat pembangunan drainse di persimpangan Harta benda SKA serta di persimpangan Jl Soekarno-Hatta dengan Jl Riau,” kata Suripto.

Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo memberikan, pada tahun 2018 pihaknya tengah mengatasi pendapat rasuah pada pembangunan project drainase itu.

“Penyidikan masalah ini didapati cuma berjalan sebulan sampai naik ke step penyelidikan. Penyimpangan itu disangka sudah merugikan keuangan negara miliaran rupiah,” kata Odit.

Odit memperingatkan, pada semua pemangkut jabatan yang mengurus pekerjaan yang berada di Pekanbaru supaya kerja dengan baik sama dengan ketentuan hukum yang laku.

“Janganlah main-main dengan uang negara, bila tidak mau masuk penjara,” pungkas Odit memperingatkan.

About admin