Home / Berita Umum / Kartek Narkoba Di Makasar Adalah Perbuatan Biadab

Kartek Narkoba Di Makasar Adalah Perbuatan Biadab

Kartek Narkoba Di Makasar Adalah Perbuatan Biadab – Ahli hukum pidana Prof Hibnu Nugroho menilainya momen pembakaran satu keluarga yang dikerjakan oleh jaringan kartel narkoba di Makassar adalah perbuatan biadab. Dia menggerakkan hukuman mati untuk beberapa aktor supaya memunculkan dampak kapok.

“Berarti ini suatu aksi yang cukuplah biadab, pembunuhan yang keji menjadi karena narkotika, berarti satu perdagangan narkotika ini membahayakan. Karena membahayakan ini politik hukum mesti selekasnya mengatasinya, mengatasinya bagaimana? instrumen hukum mesti tegas. Tegasnya bagaimana? jika memang itu pidana cukuplah berat, diberi hukuman yang setimpal. Setimpal bagaimana? ya jika dapat optimal dalam UU yang ada, jika itu memang hukuman mati ya saya setuju, ya mesti selekasnya dilakukan mati karena efek dari narkotika itu satu kejahatan rupanya tidak beprikemanusiaan lagi,” kata Hibnu waktu dihubungi, Senin (13/8/2018).

Hibnu lalu menyinggung eksekusi mati pada bandar narkoba yang tidak kunjung dikerjakan. Walau sebenarnya, menurutnya, dampak yang dibuat oleh peredaran narkoba ini besar sekali.

“Itu juga satu pilihan yang agak salah mengapa negara tidak melakukan eksekusi mati. Karena mengapa? itu ketetapan yang telah tuntas, putusan akhir, eksekusi sisi dari pelaksanaan skema hukum, mengapa tidak dikerjakan? ini satu kekeliruan besar, meskipun memang benar ada yang mengatakan ini bertentangan dengan hak asasi manusia,” tuturnya.

“Saya duga tak perlu diperbicangkan lagi, eksekusi selekasnya dikerjakan, sekurang-kurangnya dampak kapok itu telah mulai dirasa, ini kan rupanya tidak dampak kapok, selalu berkembang selalu begitu membahayakan penduduk, begitu merugikan penduduk karena ketidaktegasan eksekusi mati,” sambungnya.

Dia menyangka penundaan eksekusi mati pada beberapa aktor narkoba karena memperhitungkan aspek external. Pemerintah dipandang cemas pada beberapa negara lainnya yang akan lakukan eksekusi mati pada WNI yang memiliki masalah.

“Pertimbangan-pertimbangan external, konon tuturnya ada desakan di luar negeri, mengapa desakan di luar negeri? banyak WNI kita yang memiliki masalah diluar negeri hingga dikuatirkan ada politik balas dendam,” paparnya.

Diluar itu, Hibnu juga bicara masalah otak pembakaran satu keluarga di Makassar yang mengatur suruhannya dari balik jeruji. Kejadian itu, menurut Hibnu, jadi pukulan telak buat petinggi lapas.

“Iya kan semua usaha telah dikerjakan dari aspek fasilitas serta prasarana, hanya yang cukuplah dipertaruhkan merupakan jujur dan berkarakter kuat ya, jujur dan berkarakter kuat dari pejabat-pejabat kalapas,” katanya.

Seperti di ketahui, Daeng Ampuh (napi narkoba) punya niat membunuh Fahril. Karena Fahril mempunyai utang penjualan narkoba ke Daeng Ampuh. Daeng lantas memerintah anak buahnya untuk menghabisi nyawa Fahril.

Triknya yakni dengan membakar rumah Fahril. Tetapi lima orang yang lain didalam rumah itu turut mati terpanggang. Di bawah ini enam yang meninggal waktu kebakaran pada 6 Agustus lantas:

1. H Sanusi 75 tahun
2. Hj Bondeng 70 tahun
3. Hj Musdalifa 40 tahun
4. Hijas 6 tahun
5. Mira 18 tahun
6. Fahril (bandar narkoba)

About admin