Home / Berita Umum / Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Mengungkap Atas Kerja Sama Bea Serta Cukai

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Mengungkap Atas Kerja Sama Bea Serta Cukai

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Mengungkap Atas Kerja Sama Bea Serta CukaiĀ  – Polres Metro Jakarta Barat tangkap penyelundup sabu asal Amerika. Dari empat orang terduga, polisi mengambil alih keseluruhan sabu seberat 16 kilo-gram.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengungkap kalau perkara ini tersingkap atas kerja sama Bea serta Cukai serta DEA (Drug Enforcement Administration) berkaitan ada paket dari Amerika Serikat yg dikirim lewat Lapangan terbang Soekarno-Hatta ke Jakarta.

“Jadi bermula dari keraguan Bea Cukai Lapangan terbang Soekarno-Hatta atas masuknya beberapa narkoba type sabu yg bakal disebarkan di Jakarta, terutama Jakarta Barat,” kata Kombes Hengki terhadap wartawan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (9/5/2019).

Sabu itu dikirim dalam dua gelombang, pada tanggal 11 April serta 30 April. Polisi mengerjakan control delivery pada barang itu.

“Pada tanggal 11 April 2019, lewat tehnik control delivery, kita sukses membuka sabu seberat 6 kilo-gram. Selanjutnya pada tanggal 30 April 2019, kita selenggarakan penangkapan yg ke dua, kita sukses mengambil alih 10 kilo-gram sabu. Hingga keseluruhan 16 kilo-gram,” jelas Hengki.

Dari dua penangkapan ini, polisi tangkap 4 orang terduga. Dua orang salah satunya yaitu WN China yg antara lainnya yaitu wanita.

“Kami butuh utarakan pun, seusai kita mengerjakan pengungkapan serta penangkapan 16 kilo-gram itu, hasil dari peningkatan, nyatanya kita dalami kalau barang ini datang dari Amerika serta ada kemampuan kalau barang ini bakal masuk ke Indonesia,” bebernya.

Selain itu Kepala Kantor Bea serta Cukai Lapangan terbang Soekarno-Hatta Erwin Situmorang menuturkan pihaknya bekerja sama-sama dengan polisi berkaitan banyak barang meresahkan yg masuk lewat lapangan terbang. Erwin menuturkan kalau barang itu dikamuflase dengan paket kopi.

“Di dokumen pertama yg jumlah 6 kilo-gram ini, mereka menyebutkan barangnya ini semacam ini (membuktikan bungkus kopi, red). Saya fikir serius dari Amerika pun, lantaran ada gambar Starbucks, hingga serius American Gaya sekali, yg pada akhirnya rekan-rekan dari Polres Jakarta Barat diskusi dengan DEA, yg pada akhirnya tidak jadi terkirim yg 12 kilo-gram itu,” jelas Erwin.

Bahkan juga, pada pengiriman ke dua, sabu itu ditutup paket kopi yg sangatlah rapi hingga sukar dideteksi oleh Bea serta Cukai.

“Mereka senantiasa menuturkan di dokumennya kalau barangnya yaitu kopi. Yg ke dua berdasar pada 10 kg dari Amerika, ini serius ditutupin semua sama mereka, hingga mereka mengharapkan kita tidak dapat mengetahui mereka ketika pengawasan, tetapi kerja sama kita dengan Polres Jakarta Barat pada akhirnya duga dapatkan semacam ini,” paparnya.

About admin