Home / Berita Umum / Bantul Bagian Timur Diprediksi Akan Terkena Pemungutan Suara Ulang

Bantul Bagian Timur Diprediksi Akan Terkena Pemungutan Suara Ulang

Bantul Bagian Timur Diprediksi Akan Terkena Pemungutan Suara Ulang – KPU memperkirakan bakal berlangsung Pengambilan Nada Kembali (PSU) di Kabupaten Bantul. Hal semacam itu lantaran ada kecacatan dalam proses pungutan suara di TPS.

” PSU berlangsung apabila ada proses yg tak dilaksanakan (dalam sesuatu TPS) , seperti menyalahi proses pembukaan kotak nada atau proses dalam rapat pungutan suara dapat PSU. Kami sangat percaya dari 3. 040 itu (TPS di Kabupaten Bantul) kan peluang ada-ada saja proses yg mungkin lewatkan, ” kata Ketua Divisi Rencana, Data serta Kabar KPU Bantul, Bijak Widayanto kala dijumpai di Kantor KPU Kabupaten Bantul, Rabu (17/4/2019) .

” Lantaran proses yg tidak pas sebabkan suatu cacat proses, serta lantaran cacat proses semestinya akuntabilitas (TPS) ditanyakan, ” ujarnya.

Bijak udah memperkirakan TPS manakah yg bakal akan terserang PSU. Meski demikian, Bijak menyebutkan kalau TPS yg mengerjakan PSU peluang sejumlah sedikit sekali.

Bijak mengatakan perihal itu disebabkan Ketua KPPS di salah satunya TPS yg ada di Bantul sisi timur alami tragedi. Lebih, Ketua KPPS tak kembali lagi TPS yg disebut Bijak itu.

” Gini, ceritanya Ketua KPPS orangtuanya wafat, dapat diasumsikan ya bila orang tuanya wafat itu seperti apa terasa. Sebab itu (orangtuanya wafat) ia (Ketua KPPS) isyarat tangani semuanya surat nada lantas pergi, dengan cara proses itu kan di luar kuasa kita, ” pungkasnya.

” Walaupun proses pengambilan serta hitung nada dihandle 6 petugas KPPS yg beda. Itu yg kita kaji, bila kelak memang terus akuntabel serta tak ada yg terlanggar proses dari itu karena itu ya tak jadi PSU, ” sambung Bijak.

Bijak memberi tambahan, berbagai hal yg sebabkan di lakukannya PSU merupakan lantaran pembukaan kotak nada atau berkas pengambilan serta hitung nada tak dilaksanakan menurut tata trik yg diputuskan dengan keputusan ketetapan perundang-undangan.

” Seperti barusan ada yg orangtuanya (Ketua KPPS) wafat, bermakna kan kelak yg menyerahkan bukan Ketua KPPS walaupun udah diberi tanda tangan. Senantiasa kelak berita acaranya bagaimana, kan begitu, ” ujar Bijak.

Menurutnya yang menimbulkan ke dua di lakukannya PSU merupakan disaat KPPS memohon pemilih berikan isyarat privat atau tanda tangani surat nada yg udah dimanfaatkan. Dan yang menimbulkan ke-tiga merupakan disaat petugas KPPS menyebabkan kerusakan lebih dari 1 surat nada yg dimanfaatkan oleh pemilih, hingga surat nada itu berubah menjadi tak resmi.

” Ke-4 apabila pemilih memanfaatkan hak pilih tak punyai KTP-el serta tak tercatat di DPT serta DPTb. Jadi akumulatif, bila tak punyai KTP serta tak tercatat disana (TPS) bermakna ia (pemilih gak berKTP) dapat menyebabkan PSU, ” katanya.

About admin